Minggu, 27 Februari 2011

UWOOOO Gamaliel

uwoooo gamaliel *mukul2 dada versi gorilla*
Pertama kali liat cowok satu ini tu pas di acara harmoni. Yang pertama kali aku ucapin pas liat dia adalah
''Gilaaa tipe aku banget''
Hehehe
100% terkareditasi dan diakui oleh Badan POM indonesia klo dia itu tipeeeee saya

Sebenernya,untuk beberapa bulan (bahkan tahun) saya melupakan gamaliel dan memuja SM*SH. Eh pas lagi di warnet,ibu warnetnya sibuk ngomong soal audrey gamaliel. Yah,jadinya aku searchingla di youtube video mereka 'ingin putus saja'
Busyet dah,disitu gamal cuaaaakeeep bener!!! Manisnya gilaaaa!!!! Kalo bisa saat itu juga aku mau koprol dan teriak-teriak ala anak cheers.

Aduhhh,,,
Asli dia manis banget. item,manis,kurus,gak terlalu tinggi,rapi,dan matanya...aduhhh duhh duhh aku terpesona!!! semua itu hal yang aku suka dari seorang cowok. Suaranya bagus lagi! Udah,klepek-klepekla saya disini saudara-saudara.

Kira-kira gamal udah punya cewek belum yah?

Pokoknya gamaliel,
AKU PADAMU
I HEART YOU
UWOOOOOOOOOOO

Sabtu, 19 Februari 2011

film asing dilarang di indonesia

sebenernya pelarangan film asing di indonesia bukan hal baru. Di zaman orde baru film asing juga pernah dilarang tayang di bioskop. fim ini diperankan oleh mel gibson yang menjadi seorang wartawan inggris yang bekerja di indonesia. Film ini berhasil membawa nama mel gibson menjadi terkenal. alasan pelarangan film ini adalah karena percintaan mel gibson dengan lawannya(Mungkin terlalu hot). Lalu aksi Mel yang kabur dari indonesia dan dikejar oleh pasukan berbaret merah adalah alasan lain kenapa film ini dilarang.

Lalu yang terbaru sebuah film(lupa namanya,maaf) juga dilarang penayangannya di indonesia karena dianggap memicu konflik indonesia australia.

Yah,
Kekhawatiran pemerintah si wajar saat itu.

Sekarang,
Bukan hanya satu tapi seluruh film asing dilarang beredar di bioskop indonesia. Ini dikarenakan Motion Pictures Association (MPA) tidak setuju dengan bea masuk yang dikenakan pemerintah sehingga memilih untuk menarik film asing dari indonesia.

Aku sih berpikir,
gak ada film asing bukan berarti kiamat kan. nonsense film asing diharapkan membangkit gairah dan semangat serta kreatifitas sineas indonesia untuk membuat film yang lebih berkualitas dan syarat pesan moral.

Mungkin bioskop-bioskop 'asli indonesia' yang gulung tikar karena adanya bioskop asing bisa kembali Beroperasi lagi. Dan kalo bioskop 'asli indonesia' kembali,kita bisa nonton murah cuy (maunya)

Jumat, 18 Februari 2011

pikiranku

Aku cuma berpikir tentang negara ini (agak berat kayaknya entry kali ini). Aku pikir indonesia gak semiskin ini deh?! Kita bisa jadi macan asia waktu zaman Pak Harto. Bisa ekspor beras,pendidikan bagus seasia tenggara, program KB kita berjalan baik malah kita mendapatkan penghargaan internasional karena KB. Apa pun yang Pak Harto ucapkan saat itu gak ada negara lain yang berani membantah. Hubungan Suharto dengan John F kennedy sangat erat. angkatan laut kita termasuk garang dan setelah berhasil mengalahkan jepang,angkatan laut kita ditakuti negara lain. Si TETANGGA KURANG AJAR kita pun gak berani macem-macem sama kita.
Aku jadi berpikir
'Wah,jangan-jangan masyarakat Indonesia memang harus di didik gaya otoriter'
Seperti yang kita tau,di zaman orde lama semua hal di kekang. Tembok rasanya bisa mendengar. Banyak orang yang dipenjara karena mengeluarkan aspirasinya terhadap pemerintahan saat itu. tak sedikit pula yang ditembak. Tapi dengan keadaan yang di kekang kebebasan,indonesia bisa tuh ditakuti negara lain. Apa Indonesia harus memiliki pemimpin yang otoriter seperti itu?!

Ehm,
Satu hal yang disayangkan dari soeharto adalah ia seorang KORUPTOR. Selama 32tahun menjabat jadi Presiden dia berhasil numpuk kekayaan buat anak cucunya. Karena sikap jelek beliaula masyarakat marah dan menurunkannya dari kursi presiden. naikla Pak Burhanuddin Jusuf Habibie jadi presiden.
karena lagi suka nurunin presiden atau emang masyarakatnya yang aneh, orang sepinter habibie yang bisa bikin pesawat terbang dan jadi rebutan orang Jerman bisa-bisanya dijatohin dan diganti sama almarhum Gusdur yang notabene (maaf yah Pak Gusdur) cacat untuk memimpin negara ini.
memang orang indonesia tuh rada aneh yah (jangkrik,uler ama buaya aja dimakan)

kita sebenernya sangat BISA ketika kita bersatu. Semua negara sangat takut ketika masyarakat Indonesia bersatu. Contohnya kasus SI TETANGGA KURANG AJAR dan kasus new7wonders.
karena kita bersatu,pulau komodo gak jadi dihapus menjadi finalis new 7 wonders (cm kemenbudparnya aja yang dicabut license jadi pendamping pulau komodo). Ini membuktikan kalo kita bersatu,macan asia,harimau,buaya,dinosaurus asia bahkan dunia bisa saja menjadi julukan buat Indonesia.

Jadi hal yang terpenting untuk kemajuan negara ini selain generasi mudanya adalah persatuan. Perbedaan itu indah cuy,hanya kalo gak dicampur sama emosi sesaat.

jangankan antar agama,antar Fans dan AntiFans pun kadang suka mentingin emosi daripada damai.

Ck,ck,ck
Mungkin pahlawan-pahlawan kita terdahulu sekarang lagi geleng-geleng kepala liat anak cucunya yang sesama Indonesia berantem cuma karena provokasi pihak gak penting.

Bukankah keragaman ini sudah ada sejak sebelum manusia kenal Mc.Donald atau KFC? Jadi kenapa sekarang harus ribut?!!!!

Damai aja yah?
Peace bro!
Aku cinta Indonesia Damai

Kamis, 03 Februari 2011

GUE SUKA LO KOPLAK

 
            Sebagai penulis kacangan yang baru ngeluarin satu buku kurang best seller, aku mencoba peruntungan baru sebagai pencetus ide video klip untuk sebuah boyband yang lagi naik daun (ulet kali ah). Jadi emang lagi beruntung atau beruntung lagi emang, salah seorang teman yang aku kenal di penerbitan mempunyai keluarga yang merupakan sutradara. Si bapak Sutradara ini lagi nyari konsep dan ide cerita untuk pembuatan video klip baru SMASH. UWOOO!!! Aku langsung jerit-jerit enggak jelas kayak orang gila di terminal-terminal.
“ SMASH?! Seven Man As Seven Heroes? Yang anggotanya Rangga Dewamoela Soekarta, Bisma Karisma, Morgan Oey, Rafael Landry, M ilham Fauzie, M Reza Anugerah, Dicky M Prasetya. Yang terbentuk tanggal 10 April 2010? You know me so well? Cenat-cenut? Lidah keluh?” Aku histeris sendiri.
Lisa mangap selebar pintu mobil, kemudian mengangguk sembari tanganya meraih botol kaca persiapan buat nimpuk kepalaku, kali-kali aja temennya ini mendadak terkena kegilaan akut lantaran ditawari bikin Video klip bareng SMASH. Aku memegang kedua pundaknya, dan menggoyang badannya sambil menjerit.
“MAU!!!” Dengan semangat ’45 yang lebih mirip orang bentak ketimbang seneng.
Sekarang aku lagi duduk di meja putih berbentuk oval bersama orang-orang yang terlibat dalam proses pembuatan Video Klip. Cuma dari personil sm*sh ada satu orang yang belum dateng.
TOK-TOK
Pintu diketok. Aku mencondongkan badanku ke depan untuk memastikan siapa yang datang. Kursiku yang beroda ini makin lama makin menjauhi meja dan berat tubuhku berpindah ke depan. Tepat saat Rangga masuk, aku
BUKK
Aku tengkurep mengenaskan di lantai. Saat aku mendongakkan kepala, aku bisa liat lubang hidung Rangga dari bawah sini. Lubang hidungnya pun so cute (apa coba). Aku menunduk malu. Merem melek mata ini. Aku gak berani berdiri, tapi harus berdiri. Kalo bisa bertelepati kayak pendekar zaman dulu, aku pasti sudah baca ajian kanuragan untuk menghilang secepatnya dari sini, dan kembali ke beberapa saat sebelum terjadinya proses pemankzulan rasa percaya diri ini.
Aku berdiri, dan terus menunduk. Beberapa personil Sm*sH berdesis pelan menahan tawa. Pak Sutradara dan krunya malah ngakak berjamaah. Aku Cuma manyun seribu gaya.  Aku menegakkan kursiku dan duduk kembali di atasnya. Rangga berjalan menuju kursi kosong di depanku. Aku mengeluarkan buku dari dalam tas coklat, dan menutup wajah inocentku dengan buku itu. semua orang terdiam.
“ Loh,kok pada diem sih? Sehebat itu kah kekuatan bukuku ini. Tapi ini bukan Yassin atau buku fisika. Kok semuanya diem?” Aku berbisik pelan.
Cowok berbehel yang duduk di sampingku menunduk dan ikut berbisik, “Kau baca buku begituan?” Tanyanya.
“hah!” Aku langsung menoleh dan olala muka bisma Cuma berjarak lima centi dari mukaku. Aku langsung buang muka kearah berlawanan. Dan menggigit bibir bagian bawahku. Lalu dengan penuh percaya diri aku melihat buku di tanganku.
Aku Cuma mangap dan jadi patung yang pas itungan ganjil baru gerak. Kenapa majalah pria dewasa ada di dalam tasku. Aku langsung melihat tasku, kok warnanya coklat tua. Tasku kan warna coklat muda? Jangan-jangan, aku salah bawa tas! OMG, berarti aku bawa tas Kak Kino,kakaku. Adududu, bener-bener deh malu-maluin banget. Masa’ cewek baca yang begituan. Mereka bisa ngira aku ini cewek pecinta sesamajenis. Oh NO! Setelah semuanya berkumpul, Pak Sutradara mulai membicarakan soal syuting hari ini. Karena jadwal anak-anak Sm*sh yang padat kayak beton, syuting diperpanjang menjadi tiga hari di tiga lokasi berbeda. Lokasi pertama di sebuah sekolah, lokasi kedua di halte bis, lokasi ketiga di studio.
Selama pak sutradara cuap-cuap aku Cuma diem dan terus nahan malu. Aku gak berani liat siapa pun terutama Kak Rangga. Dia dan member sm*sh yang lain pasti langsung illfeel sama aku. Hiks,hiks. Aku terus mewek. Rasanya kalo gak ada orang di sini, airmataku udah langsung mau crott keluar dari persembunyiannya.
“Kau setujukan Kinia?” Tiba-tiba pak sutradara langsung nanya aja ke aku. Aku yang daritadi gak nyimak, Cuma bilang iya-iya dan ngangguk gak beraturan. Aku melirik Rangga dan terus memperhatikannya. Matanya, pipinya, poninya, gayanya, suaranya, senyumanya, semuanya aku suka.
“Baiklah kalo begitu, syuting hari ini kita mulai”
Pak sutradara berdiri dan keluar ruangan, semua orang mengikuti. Aku menyelempangkan tas coklat salah bawa ini, lalu berdiri dan berjalan lesu menuju pintu. Waktu mau keluar, dicky menghampiriku dan menyodorkan tanganya. Aku melihat wajahnya yang sedang tersenyum ramah.
            “ Hi, aku dicky”
            Aku menyambut tanganya, “Kinia”
            “Kinia Fransiska? Pengarang novel Dian Vs Dian kan?” Tanyanya. Aku ngangguk. Wah, dia tau juga sama novel kacangan aku yang gak best seller. Dicky ramah banget. Dia cerita tentang novel aku, dan tentang tokoh-tokoh didalamnya. Kami lalu berjalan beriringan keluar kantor dan menuju tempat parkir.
            “Ikut mobil kami yok kak Nia?” Ajak Dicky.
            “Hah!” Aku kaget dan pura-pura nolak, padahal dalam hati pengen banget. Kalo bisa di dalam mobil aku dipangku sama kak Rangga, dikipasin Kak Morgan dan dipijitin Ilham,sama Reza, dinyanyiin kak Rafael dan cerita sama dicky. Hahaha. Dan akhirnya setelah penolakan setengah hati, aku yang gak bisa nolak, naik dan semobil dengan anak-anak sm*sh. Aku duduk di kursi tengah bareng Dicky, Reza, sama ilham. Di belakangku, duduk Kak Rangga,Morgan dan Rafael. Kak Bisma berperan sebagai supir, dan manager mereka duduk disebelahnya.
            Aku duduk tegang dan gak berani buat nyenderin badan di kursi. Ke dua tanganku memegang pahaku. Sebenernya duduk dengan posisi begini bener-bener menguras tenaga dan energy. Cuapek deh! Aku melirik ke Reza yang lagi ngerjain PR kayaknya. Aku perhatiin Reza yang keliatan bingung. Reflex aku nunjuk sebuah angka dan mulai cuap-cuap tentang rumus. Reza ngangguk-ngangguk waktu dengerin penjelasanku.
            “Wah makasih ni udah diajarin” Reza tersenyum sambil pamer gigi kelincinya yang kinclong.
            “Namanya Kak Kinia. Dia ini novelis.” Ucap Dicky. Yah, jadilah saat itu aku berkenalan dengan ketujuh personilnya termasuk Kak Rangga. Aduh, aku gak mau cuci tangan ah! Turun dari mobil, para kru sudah sibuk mempersiapkan semua peralatan. Para member sm*sh mempersiapkan diri. Aku mundur teratur dan mendekati Pak Sutradara melakukan semua yang dia pinta, lalu berdiskusi tentang setiap scene hari ini. Saat sedang asing ngobrol, pandangan aku beralih ke tiga orang cewek cantik yang duduk di deket member sm*sh. Mereka itu model video klipnya, aku yang menawarkan mereka kepada Pak Sutradara. Beberapa saat sebelum syuting dimulai, member sm*sh berlatih gerakan mereka untuk VC ini.
            “Sudah sana kau siap-siap!” Perintah Pak sutradara.
            “Aku sudah sangat siap 200% Pak” Ucapku penuh semangat.
            “Siap apanya! Kau mau jadi model Video Klip dengan dandanan begini” Pak Sutradara geleng-geleng.
            “Apa! Jadi model video klip” Aku berteriak. Lalu tertawa dan memukul pundak Pak sutradara, “Bapak ada-ada aja deh” Aku terkekeh.
            “Lah, bukannya kamu tadi udah setuju”
            “kapan?”
           
“Pas di kantor. Aku kan sudah bilang, modelnya mendadak sakit dan gak bisa hadir hari ini. Jadi daripada bingung nyari model baru mending saya pilih kamu. Tenang, bayaran sebagai ide cerita dan model terpisah. Jadi gajimu bakal gede’” Pak Sutradara berlalu meninggalkan aku dan menghampiri seorang tukang make up. Gak berapa lama mukaku udah di vermak, pake baju dan flat shoes lucu. aku suka aku yang sekarang! Hehehe
            Fuh
            Aku menghela napas panjang. Syuting pun dimulai dengan aksi Ilham dan Dicky di depan mading bersama 2 cewek cheersleader,sambil nyanyi lagu gadisku. Terdengar teriakan cut,exaction,bagus, mundur, masuk. setelah aksi Ilham dan Dicky selesai, kami pindah ke perpustakaan sekolah yang gede banget. Aku terbelalak waktu ngeliat buku yang super duper banyak berjejer rapi di lemari perpus.
            “Rangga, Milla, Bisma, Kinia siap-siap” Perintah Pak sutradara. Aku jadi mendadak pengen pup nih! Aduh. Pak Sutradara mendekati ketiga cowok dan cewek ganteng itu, dan menjelaskan apa yang harus mereka lakukan. Lalu dia menoleh dan melihat aku yang masih berdiri tegang kayak botol kecap.
            “Kinia,cepet sini!” Panggilnya. Aku lalu berjalan dengan kaki kanan dan tangan kanan yang seirama persis kayak robot. Dengan wajah tegang aku mendekati mereka.
            “Mungkin Kinia yang lebih ahli menjelaskan scene kali ini” Pak Sutradara menepuk pundakku dan mendorongku maju. Aku garuk-garuk pipi tembemku. Aku pandangi tiga wajah yang menanti penjelasanku. Milla, model remaja yang lagi naik daun ini terlihat lebih cantik dari yang di foto. Aku menarik napas, lalu mulai menjelaskan.
            “Jadi nanti Rangga dan Milla duduk di sini” Aku menunjuk kursi di depanku.”Nanti Milla jelasin soal di buku, nah Rangga bukannya ngeliatin buku malah ngeliatin Milla sambil nyanyi, lagunya kan nanti diputerin yah! Terus di sebelah Milla nanti aku duduk, pas bagian Bisma nyanyi, dia dateng dari seberang meja sambil ciat wacaw memutar badannya di meja.” Aku bergaya pencak silat. Mereka melihatku, “Yah maksudnya bukan pake jurus pencak silat tapi ngelinding yang atraktif.”
            “Kayak gini” Bisma berjalan ke seberang meja dan mulai mempertontonkan aksinya, dia mengelinding dan berhenti tepat di depanku. Aku bertepuk tangan dan menepuk kepalanya, “Anak pintar” ucapku sambil tersenyum. “Terus abis kamu ngegelinding kayak bola salju, kamu duduk di sampingku. Lirik yang kamu nyanyiinkan ada kata seharum rambutmu kan, yah kamu apa gitu mesra-mesraan sama aku sambil ngelus rambutku. Gimana? Ngerti semuanya” mereka saling memandang dan mengangguk. Aku lalu berbalik dan berkata pada sutradara, “Mari kita mulai”
            Selesai scene ini, syuting dilanjutkan dengan aksi Reza yang ngerap buat ngegodain anak basket cewek. Dan tepat jam 1 siang, syuting selesai. kami makan siang bareng di lokasi syuting. Saat lagi asyik makan, Bisma mendekatiku dan ngajakin kami ngobrol. Seru pisan euy! Kami ngakak berkepanjangan dan cerita banyak hal.
            “Sampai jumpa di syuting selanjutnya” Bisma menyapaku sebelum dia pergi dengan mobilnya bersama personil sm*sh yang lain. Aku menoleh ke belakang dan mendapati lokasi sudah sepi. Gak ada satu orang pun di sini! TOLONG!!!!
            “HEI TUNGGU!” Seseorang berlari mengejar mobil sm*sh. Dia lalu berhenti di depanku dan kelelahan. Dia ngepor mengenaskan di aspal. Aku mendekatinya dan melihat wajahnya yang kelelahan.
            “Rangga” Gumamku, “Kau ditinggal juga yah?” Tanyaku.
            “Kamu” dia menunjukku, aku Cuma nyengir kuda. Kami lalu berjalan untuk mencari taxi atau angkot atau apalah yang bisa bawa kami pulang. Rangga sendiri abis ini masih ada jadwal manggung, jadi dia harus buru-buru. Setelah jalan cukup jauh, kami akhirnya menemukan taxi dan langsung caw ke rumahku baru ke tempat Rangga manggung. Tapi pas sudah di dalam taxi, mataku terasa berat dan akhirnya aku tidur.
Aku terbangun saat mendengar alunan lagu I Heart You dari atas panggung. Saat membuka mata, aku udah berpindah dari taxi ke sebuah mobil. Mobil anak-anak sm*sh nih! Kok bisa!
            PLAK
            Aku mukul jidatku, “Koplak bener sih,aku tadi ketiduran sebelum ngomong alamatku dimana” aku melihat pakaianku dan meraba-rabanya. Alhamdulillah masih lengkap. Aku membuka pintu mobil dengan mata yang masih merem melek, berjalan sempoyongan menuju panggung. Samar-samar aku liat sm*sh berpose di akhir lagu mereka. Semua ABG cewek jerit-jerit histeris. Aku kembali lagi ke mobil untuk mengambil tasku lalu pergi meninggalkan mereka. Maklum kayaknya mereka sibuk banget ngurusin fansnya. Jadi aku gak sempet mohon pamit dan ngucapin terima kasih sama mereka yang udah mau nebengin aku.
            Sebelum hari syuting, aku bela-belain buatin anak-anak sm*sh kue coklat dengan sereal sebagai ucapan terima kasih sudah nebengin aku. Besoknya, dengan penuh rasa bangga aku kasihlah itu kue ke anak-anak sm*sh. Kak Rafael yang paling doyan makan kueku. Dia malah pengen nyulik aku ke rumahnya buat bikini dia berton-ton kue coklat. Yah kakak, bisa kapalan tanganku!
            “Kinia” Aku menoleh ke sumber suara yang memanggilku dan mendapati Rangga. Aku hampiri dia. Dan tersenyum sok dimanis-manisin.” NIh” dia memberiku sebotol obat yang ada tulisan cinanya.
            “Ini apa?” Tanyaku.
            “Itu vitamin buat kamu minum hari ini biar gak lemes lagi abis syuting. Muka kamu kemarin keliatan pucet jadi aku gak tega bangunin kamu dan ngendong kamu ke mobil anak-anak sm*sh. Vitamin ini rekomendasinya Morgan.” Ihi,aku digendong Rangga.
“Ah!” Aku mengambil vitamin itu,” Bilang sama Morgan Gong Xi Fa Chai” Ucapku dengan wajah polos. Rangga menanggapinya dengan tawa. Aku makin deg-deg serr pas liat tawa manis Rangga. Udah deh Rangga jangan ketawa terus, bisa-bisa jantungku melompat keluar. Setelah hari itu aku semakin deket sama member sm*sh. Mereka sih paling suka sama masakan aku terutama kak Rafael yang kayaknya kepelet sama kue-kue coklat kreasi penulis kurang best seller ini. Tapi dari semua member aku paling nyambung sama Bisma. Kita sering ngobrol, Bisma banyak cerita soal cewek incerannya yang lumayan cuek dan sering minta saran sama aku yang juga rada cuek.
Sedangkan aku sedikit-sedikit mancing Bisma buat ngasih tau semua hal tentang Rangga. Walopun syuting sudah selesai, aku masih suka tu diajakin anak sm*sh ke basecampnya Cuma buat sekedar masak atau dengerin curhatnya Bisma, ngajarin Reza, dan ngeliatin Rangga. Hehehe. Tapi, udah hampir 1 minggu aku gak jumpa sama mereka karena sm*sh sibuk manggung buat promo album mereka ke luar kota. Jadi kangen sama senyumnya kak Rangga. Aku menghela napas panjang saat membuka toko music. Aku mulai berjalan lesu memperhatikan CD yang ada di lemari. Aku terdiam memandangi sebuah CD boy band dan memandangi wajah cowok berponi di depannya yang tersenyum manis.
“Aku Kangen banget sama kamu Rangga” Gumamku pelan. Lagu better than love dari sherina mengalun ke seantero toko. Aku tersentak dan menghanyati setiap bait lagunya. Dari dulu sampe sekarang lagu ini bermakna dalam buat aku. Bener-bener menusuk liriknya.
Seemed imposible, seemed absurd
I didn’t even know you before
Kept my distance closing in
I don’t mind caressing your skin

What did you say, what did you do
Somehow I feel I’m enchanted by you
Flying high on the mountain high
Suddenly you look as bright as the sky
Itu sebagian dari lirik lagunya (mau info lebih lanjut silahkan Tanya mbah google). Ini lagu aku persembahin buat Rangga deh. Aku keluar dari toko music tanpa membeli satu kaset atau Cd apa pun. Saat aku keluar aku yang tadinya lesu tersenyum sangat lebar dengan mata yang berkaca-kaca. Aku gak percaya dengan apa yang aku liat, Rangga dan personil sm*sh yang lain keluar dari sebuah mobil dan menghampiriku. Kakiku terasa kaku, aku pengen meluk Rangga. Ya Tuhan rasanya seminggu lama banget, waktu terasa lama berdetik kayak waktu belajar Fisika di SMA. Waktu mau berjalan dan menghampiri Rangga, Reza dan dicky udah keburu meluk aku.
“Aku Kangen banget sama Kak Nia” Ucap Dicky
“Sama aku juga” Ucapku sambil manyun.
Mereka lalu ngajakin aku ke basecamp dan langsung aja nyuruh aku masak ini dan itu.
“Sebenernya kalian rindu sama aku atau masakanku sih” Aku marah-marah sama mereka.
“Hiy,kak Nia kalo marah makin manis deh. Pantes kak Ra…huft” Rangga langsung menutup mulut Reza yang Nampak meronta. Aku memperhatikan Rangga yang Nampak sedikit malu. Apa mungkin nih cowok..ah gak mungkin. Impossible kelas kakap dia suka sama aku. Eits, kok aku mendadak terkena hasrat ingin vivis nih!
Jadi aku berdiri di depan kamar mandi yang lagi dipake Bisma. Rangga datang menghampiri. Dia menggenggam tanganya. Mukanya pucat dan berkeringat. Dia gak berani menatapku.
“Anu KInia” Ucapnya buka suara.
“Apa?” Aku memandanginya, “Oh,,silahkan kau duluan. Aku bisa nunggu nanti.”
“APA!” Rangga tersontak
“Iya, kau mau ke Wc kan. Keliatanya kau terkena sembelit yah? Pasti sangat menyakitkan. Atau wasir? Wah jangan-jangan kau diare karena kebanyakan show” Gumamku sok tau. Rangga Cuma mangap lalu tertawa. Bisma keluar dari kamar mandi, lalu memandangi kami.
“Kin, ntar temenin aku yah! Ada yang mau aku omongin sama kamu” Ajak Bisma dengan mata yang memelas yang lebih mirip orang kebelet pipis daripada memelas. Aku ngangguk polos. Rangga menghela napas panjang dan berlalu meninggalkan kami duduk kembali di atas meja makan. Aku pandangi dia dari depan WC(gak enak banget ngobrol depan WC). Malamnya, Bisma ngajakin aku ke sebuah tempat yang rencananya mau dia pake buat nembak cewek inceranya. Dia meminjam tubuhku ini sebagai inang pengganti ceweknya.
“Milla, aku sebenernya sudah lama suka sama kamu. Apa kamu juga punya rasa yang sama ke aku?” Bisma menghayati setiap kata. Aku tersipu malu kayak mpok nori yang ketemu cowok ganteng berbadan ade rai. Lalu aku mengangguk.
“Kira-kira Milla nerima cinta aku enggak yah?”
“Dari PDKT selama ini, respon Milla baikkan. Jadi Lanjutkan Bisma!’ Aku menepuk pundaknya, dan mengacungkan jempol. “Kapan Milla dateng?”
“Seharusnya lima menit lagi” Bisma melihat jam tanganya. Lalu berdiri dan mulai mondar mandir kayak laki yang lagi nungguin istrinya brojolan.
“Udah tenang. Kamu ganteng kok Bis. Milla pasti klepek-klepek lihat kamu. Lidah keluh dan tubuhnya lunglai, mirip gejala epilepsy.”
“Apaan sih” Bisma senyum. Milla datang, dan aku menghindar menjauhi dua calon pasangan ini. Aku mengamati mereka dari balik pilar restoran. Milla cantik banget malam ini. Aku membalikkan badan dan bersandar pada tembok. Di depanku ada kaca yang memantulkan penampilanku.
“Kinia,Kinia mana mau Rangga sama cewek cuek yang enggak ngerti fashion kayak kamu. Milla mungkin cuek sama cowok, tapi dia bener-bener ahli dalam memoles penampilannya.” Aku keluar restoran. aku langsung mau naik bis. Haltenya ada di seberang restoran, jadi harus nyeberang jalan raya yang padetnya ruarrr binasa. Untungnya ada Pak Polisi yang bantuin para penyebrang menyebrang jalan yang ramai. Waktu ada di tengah perlintasan, seseorang nyolek pundakku.
Aku menoleh,
“Non,dipanggil tu” Seorang bapak ngacungin bibirnya ke seorang cowok di seberang jalan.
“Rangga!” aku kaget, “Ada Apa?” Jeritku di tengah ramai lalu lintas.
“Aku mau TETTTT” Sebuah fuso lewat sambil membunyikan klakson.
“APA”
“Besok aku……racun tikus,racun tikus” seorang penjual racun tikus keliling yang menggunakan motor lewat sambil ngomong lewat toa. Aku mengangkat bahu,tanda gak ngeh sama omongan Rangga. Rangga garuk-garuk palak, buat poninya berantakan.
“Aku besok…”
Seorang Polisi berdiri di depanku, “Dek,bahaya ngobrol di tengah jalan” tuh bapak berkata dengan suara yang ngebass, lalu nyeberangin aku ke halte.
“Be…sok…”Rangga menggerakkan bibirnya pelan. Aku membca gerak itu dengan seksama, aku dan Rangga kayak lagi main game show deh. Rangga melanjutkan, “kak…i…cha…nga…jak…ke…te…mu…an…di…resto…mu….da…mu…di…”
“jam?” Aku menunjuk jamku.
Rangga menunjukkan tujuh dari sepuluh jarinya. Aku tersenyum dan mengangguk. Bis yang kutunggu datang, aku lalu masuk, dan duduk. Membuka jendela dan melambaikan tangan kearah Rangga di seberang. Aku memandangnya sampai bayangan Rangga tak tampak di mataku. Aku duduk sambil tersenyum.
DRRT DRRT
Handphoneku bergetar. Ada sms
“Aduh,aku bodoh banget. Kenapa gak sms aja tadi,malah ngobrol kayak orang bego di tengah jalan =p”
Itulah bunyi sms Rangga. Eh, kok dia bisa tau nomor hapeku yah?
Besoknya setengah jam dari waktu janjian aku sudah dateng aja ke tempat yang dimaksdukan Rangga. Dengan baju seadanya (maklum lagi sibuk-sibuknya mondar mandir ke penerbitan) aku mulai melangkah masuk. Waktu masuk resto seorang pelayan menghampiriku dan bertanya, “Mbak Kinia yah?” Aku mengangguk, “Mari saya antarkan”
Aku diajak oleh si mbak ke ruangan gede yang kayaknya udah direserve. Waduh, pesta gede-gedean nih kak Icha. Sampe-sampe ngereserved tempat segala. Aku masuk dan nemuin seorang cowok duduk sendirian di meja yang kayaknya Cuma cukup buat dua orang. Aku lalu duduk di depan Rangga dan memandang ke sekeliling.
Sambil melepas tas selempang kesayanganku aku bertanya, “Kak Icha sama yang lain kemana?”
“Oh, mereka mendadak kena diare”
“hah! Kalo gitu ayo kita jenguk. Masa’ temen sakit kita enak-enakkan makan di sini.” Aku bangkit dari tempat duduk.
“Mereka udah sembuh kok. Cuma buat pemulihan, kata dokter mereka dilarang makan-makanan selain yang terbuat dari daun jambu biji’
“Apa!’ aku heran, “Berarti mereka jadi kambing dong seharian makan daun”
Rangga berdehem, “Sebenernya aku ada keperluan sama kamu Kin.”
“Perlu buat?”
“Aku mau nembak cewek. Dan aku butuh seorang sukarela buat nilai proses penembakan aku ntar.”
Aku tertunduk lemas, dan manyun, “Siapa cewek itu?” Tanyaku sambil melintir-melintir daun di vas.
“Mytha?” Aku menebak,Rangga tersenyum ,”ternyata gossip itu bener”
“Wah,kau tau juga soal gossip”
“Jelaslah aku ini kan Smashblast sejati.” Aku marah-marah.
Rangga berjalan ke sudut ruangan, dan mengambil gitar. Dia lalu memberikan gitar itu kepadaku. dia lalu memintaku untuk memetik gitar itu dan memainkan kunci-kunci di lagu gadisku dalam versi slow.
“Kenapa?” Tanyanya waktu ngeliat ekspresiku, “Kau gak mau? Nanti aku beliin es krim deh!”
Bukan masalah es krimnya, tapi masalahnya kau nembak seorang cewek dan aku jadi bahan percobaannya. Aku mainin gitar buat cewek yang sudah merebut cowok yang aku idam-idamkan. Aku mulai memetik gitar dengan wajah sedih dan Rangga mulai bernyanyi sambil mesem-mesem sendiri memandangku yang terus manyun kayak bebek. Setelah selesai bernyanyi, dia melihat handphonenya.
“Wah,dia sudah datang”
“Apa! Kau mau nembak dia sekarang, disini”Aku terbelalak. Mental aku gak siap. Rasanya aku mau pingsan di tempat.
“Iya”Jawab Rangga santai. “Itu dia” Rangga menunjuk seseorang di belakangku. Waktu aku mau menoleh, dia mencubit pipiku.
“Eits, gak boleh. Dia malu kalo kamu liatin” Ucap Rangga. Dia lalu menyuruhku berdiri. Kami lalu berjalan berhadapan. 7 langkah berjalan, kami berhenti. Dia menyuruhku memejamkan mata sebelum aku berbalik. lalu saat aku membuka mata aku menemukan bayanganku terpantul di sebuah cermin. Aku menghela napas panjang.
“Kau dan teman-temanmu sangat suka menggodaku yah” Aku berbalik dan mendapati Rangga sudah bersujud di depanku dengan setangkai mawar putih. aku berkacak pinggang melihatnya.
“Kinia,Ana Uhibbuka, aku galak samo kau, aku tresno karo koe, I Love You, aku cinta kamu. aku sudah suka kamu sejak kita pertama bertemu, aku sangat suka dengan semua yang ada padamu. Senyummu, caramu tertawa, sikap cerobohmu, saat kau marah dan ngambek, masakanmu, semuanya. Kin maukah kau menerima cintaku dan mawar ini sebagai tanda bahwa kau juga mempunyai perasaan yang sama denganku.”
Aku memasukkan tanganku ke dalam kantong jaketku,”Apa kau tidak salah menyukai cewek kayak aku. Kau akan menyesal nanti” ucapku.
“Aku lebih akan sangat menyesal, kalo tidak mengungkapkan perasaanku dan tau isi hatimu Kin.”
Aku menundukkan  badan dan menggosok kepala rangga membuat poninya yang selalu rapi jadi berantakan.
“Seharusnya kau bilang dulu mau menembakku hari ini supaya aku bisa dandan yang lebih baik dari ini.”
Rangga menatapku bingung,”BODOH!” ledekku, “Bahkan kalo kau langsung bawa lari aku ke KUA aku enggak akan nolak” Ucapku sambil tersenyum dan mengambil bunga mawar dari tangannya. Rangga berdiri.
“Jadi?”
“Jadi apa?” Aku pura-pura bego. Rangga langsung memelukku,dan mencium keningku.
“you’re be the last forever honey” Bisik rangga. Aku mendekapnya erat.
Kalian tau, Dia selalu pengen ngajakin aku ngobrol tapi keduluan terus sama Bisma. Selama mereka keluar kota, Rangga jugalah yang paling suka cerita tentang aku sama personil lain. Dia yang nyuruh Rafael pura-pura minta buatin kue ke aku Cuma supaya bisa ngeliatin aku terus seharian. So sweet. Ternyata Rangga udah lama suka sama aku.
“Kin,sebenernya aku sudah lama tau kalo kamu suka sama aku” Gumam Rangga, yang aku tanggapi dengan wajah bingung.”Waktu kamu tidur di taxi itu loh, kamu ngigau “Rangga aku suka kamu.” begitu” Rangga menirukan gaya ngigauku. Aku mangap, dasar KINIA koplak!

THE END

love is butterfly - Bisma's unkind girl

Love is butterfly – Bisma’s Unkind Girl

Cinta itu ibarat kupu-kupu, semakin dikejar semakin jauh dia terbang. Tapi jika kau menunggunya,maka kupu-kupu itu akan hinggap dengan sendirinya padamu.

            Hi semua, namaku Denia Putri Karim. Panggil aku Dena. Aku ketua club perpustakaan dan anggota club music di SMA K. Aku bermulut kejam dan gak ramah. Aku sangat suka biola, tapi sama sekali gak pernah bisa bagus memainkannya. Aku mahir main piano, walopun aku gak suka.
            NGET NGET NGET
            Aku mulai menggesek biolaku. Semua anggota klub menutup telinga mereka.
            “STOP! STOP!” Teriak kak Rani,ketua kami. Aku menurunkan tanganku, dan menunduk lesu. “Kau tidak belajar dengan baik yah. Biola itu terdengar sangat kesakitan saat kau mainkan. Berapa kali aku bilang, kau harus memberikan jiwa pada setiap alat music yang kau mainkan. Dan Dena, kenapa kau belum sadar juga. Jiwamu itu ada pada piano bukan biola.” Cewek berkuncir satu itu marah-marah padaku.
            “Maaf”
            “Sebagai hukuman karena tidak mempelajari teknik bermain biola,kau harus membersihkan ruang music ini nanti” Perintah kak Rani. Aku terpaku menatap kak Rani. Tega nian kau kak. Padahal kan kau kakakku, kakak kandung dung dung. Dan kau tau kenapa aku benci memainkan piano.
            “Dena” Panggil Kak Rani saat kelas usai. Aku menghampirinya sambil tetap memegang biolaku. Setelah aku mendekat, dia duduk di depan piano dan membuka tutupnya. Dia bergeser ke kiri bangku,dan menyuruhku duduk di sebelahnya. Dia melirik ke piano,dan memandangku.
            “Ayo mainkan!” Perintahnya
            “Gak mau” Teriakku. Aku lalu berlari keluar ruangan. Kakak jahat! Apa susahnya ngertiin aku yang gak mau main piano lagi. Aku benci dengan piano! Piano mengingatkanku pada mama yang tega ninggalin aku dan kakak saat kita membutuhkannya. Piano itu mama. Mama yang jahat! Aku berhenti di sebuah pohon rindang. Aku menghapus air mata dengan lenganku yang sedikit berkeringat. Ruang music terlihat dari sini. Aku bisa melihat kakak sedang bermain piano, memainkan nada-nada memperdengarkan dentingan lagu better than love. Sayup aku mendengar dia mulai bernyanyi. Tanpa sadar aku juga ikut bersenandung sambil berjalan ke balik pohon. Tiba-tiba, ada seorang cowok memakai topi,jaket, dan kacamata hitam mendekatiku. Tangannya terjulur ke depan seolah dia ingin menggapaiku. Celananya penuh lumpur, jaketnya sedikit robek, dan ada warna merah disana, keningnya berkeringat, pipinya merah dan ada bekas cakaran, dia juga gak pake sepatu.
            GREP
            Dia memegang pundakku. Aku menjerit, dan memegang lengannya keras lalu
            BUKK
            Aku banting dia dengan jurus karateku. Anak sabuk hitam mau dilawan!
            Aku memitingnya, dan menduduki badannya “CIH! Preman macam kau mau apa ke sekolahku! Jangan-jangan kau phedopilia yang doyan anak gadis orang yah! Hah! Ngaku!” Aku memencet hidungnya dan menjitak kepalanya berkali-kali. Dia meronta. Aku persis the rock yang lagi menghabisi lawannya.
“Aku bukan preman, aku cuma nyasar ke sekolahanmu ini. Aku tadi dikejar orang!”
Aku geram, “Wah,gak mau ngaku juga!” aku melepas sepatuku,dan membuka kaos kaki,lalu kujambak rambutnya dan kupaksa dia menikmati aroma therapy gratis yang bisa bikin ngefly. Dia memberontak,tangannya memukul-mukul tanah. Saat aku menikmati kesengsaraannya, dia ambil kesempatan itu. Perlahan namun pasti dia menarik kera bajuku,dan membuatku jatuh ke tanah. Sekarang gantian,dia duduk di pantatku. Aku berusaha membebaskan diri. Dia menghela napas panjang,lalu melepas kacamata dan topinya. Dia berdiri lalu mengambil biola yang tadi aku lempar ke tanah waktu mau ngebanting nih preman. Aku berdiri dan berbalik, lalu menunjuk si preman dan bersiap memakinya. Tapi pas ngeliat mukanya. Oala,kenapa Tuhan mengirimkan malaikat ke sekolahku ini? Aku kaku mendadak. Poseku persis kayak patung dirgantara yang tangannya ngacung ke depan.
“Biolamu rusak!” Ujarnya.
Aku tersadar, lalu mengambil biolaku yang sudah kritis. Aku merapikan rambut yang berantakan lantaran aksi lempar melempar tadi. Lalu dengan satu tarikan napas aku memaki dan marah-marah padanya
“Ini semua gara-gara kau”
“Gara-gara aku?”
“Iya,kalo kau tidak datang secara mengejutkan dengan dandanan macam preman aku gak akan merusak biola ini” Aku mengacungkan biola.
“Salahmu sendiri. Kenapa biolamu tidak dilengkapi dengan balon udara. Jadi kalo ada benturan,balon udaranya bisa ngembang” KRIK KRIK KRIK KRIK.
“Aku gak mau tau, pokoknya kau harus ganti biolaku sama yang baru kalo bisa biola yang dipajang di toko Yahya yang ada di pasar 16. Aku mau yang itu soalnya ada garansi dan bahannya bagus., warnanya juga variasi. Tapi aku mau yang warna pink” Aku nyerocos sendirian sambil mengkhayal biola idamanku.
“Siapa bilang aku mau ganti” Si cowok pergi berlalu, menuju gerbang belakang sekolah. Keliatannya dia masuk lewat situ. Nih anak pasti ngelompatin pagar belakang sekolah yang tingginya 2 meteran. Tapi pas baru manjat sebentar, dia turun lagi dan duduk ngepor di antara ilalang. Dia keliatan meringis kesakitan sambil memegangi kakinya. Aku perlahan mendekatinya, dan jongkok di sebelahnya.
“Kau kenapa?” Tanyaku. Dia memperlihatkan kakinya yang bengkak, kakinya gak sengaja kepentok palang besi waktu menghindari kejaran tadi. Aku lalu memapahnya ke ruang music. Kutinggal dia untuk beberapa saat.
“Untung ibu kantin belum pulang. Jadi aku bisa minta es batu buat ngompres lukamu ini. Dan minjem sandal jepit buat kau pakai.” Aku menghampirinya yang lagi duduk di tengah ruangan. Aku bersujud di depannya sambil tetap pasang wajah datar. Padahal jantung udah mau copot aja nih!
“Kau jutek sekali yah!” Bisma bergumam. Aku mencibir, dan kupukul benjol dikakinya. Dia menjerit kesakitan reflex diangkat tangannya berancang-ancang buat memukul. Aku melotot,mataku serasa mau keluar dari tempatnya. Dia menurunkan tangannya. Aku menaikkan celananya. Ih,aku ngeri liat bengkak ini. Bengkaknya udah membiru. Pasti sakit banget. Aku mulai mengompress,berharap bengkaknya berkurang
“Kau gak kenal siapa aku?” Tanyanya dengan wajah innocent.
“Gak Kenal!?”Aku berdiri dan menunjuk dinding bagian belakang ruang music. Ada poster berukuran jumbo terpampang di sana. “Kami punya banyak poster sm*sh. Kalo atap dan semua ruangan ini boleh ditempel, mungkin semua sudah penuh dengan mukamu dan temene-temenmu yang hobi joget itu. Gimana aku bisa gak ngenalin kamu!” aku berkacak pinggang, lalu kembali focus mengobati bengkak Bisma. Yo’eh,yang dihadapan aku ini adalah mamang Bisma. Aku sendiri kaget kenapa dia bisa ada di the city of empek-empek ini? Dan terlebih lagi,kok bisa-bisanya dia nyasar ke SMAku.
“Tapi kok kamu jutek banget sama aku?”Tanyanya lagi
“Kenapa? Emang kalo aku jutek sama kamu aku bakal masuk neraka?!” aku menjawab sadis sembari meletakkan mangkok kompres di atas meja. Bisma Cuma bergumam “ooo” lalu mengembungkan pipinya. Dia mengamati ruang music ini.  Aku merapikan kursi-kursi yang gak beraturan.
“Kau anak music yah?” aku mengangguk tanpa melihatnya. “Tapi kenapa di lengan bajumu ada tanda anak perpus” Aku melihat lengan baju sebelah kananku, dan memegang tanda perpus.
“Aku anak music dan juga ketua eskul perpus. Kenapa! Anak SMA gak bole punya dua eskul sekaligus”
“Yah enggak.” Bisma tersenyum. Dia memutar badannya,dan mengamati ruang music lagi. “Tadi lagu yang kau nyanyikan itu yang nanananana” Bisma menyenandungkan lagu better than love
“Better than love” Aku menjawab cepat.
“Iya better than love. Yang nyanyi sherina kan?”
“Iya. Kau tau juga lagu begituan. Aku pikir kau cuma tau lagu you know me so well”
“haha gak juga kali. Kami sebagai musisi harus membuka wawasan terhadap musik-musik lain juga. Jadi bisa mencari insfirasi dari sana. Gak terus mandek sama music sendiri.”
“Emang kenapa sama lagu itu?” Aku pengen tau.
Bisma menunduk, dan tersenyum keluh. Aku melihatnya dan menunggu jawaban.
“Ada seseorang yang suka banget sama lagu itu”
“Cewek? Pacarmu?”
“Bukan. Pacar temenku”
“Kau suka dia? Ck,ck,ck kau menyukai pacar temanmu sendiri. Dasar anak band” Cuapku.
Bisma menggelengkan kepalanya,” Bukan! Aku sudah lama suka sama dia bahkan sebelum dia jadian sama temenku. Tapi aku gak bisa nyatain cinta sama dia”
“Gak percaya sama diri sendiri. Minder yah? Pasti temenmu itu jauh lebih ganteng darimu. Iya kan!?”
Bisma tersenyum,dengan tatapan lirih dia melihatku. “Karena aku tau cewek itu menyukai cowok lain,temanku,dan bukan aku. Jadi aku lebih memilih membiarkannya pergi dari pada harus membuatnya tau tentang perasaanku ini”
            Aku terdiam. Sedih amat kamu kak! Pasti kakak cinta banget sama cewek itu sampai-sampai kakak mengikhlaskan dia buat orang lain. Kasian,ternyata bukan Cuma orang biasa yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Anggota boyband yang ganteng,dan dipuja banyak ABG kayak kak Bisma juga ngerasain sakit hati. Aku jadi inget dengan coklat yang aku bawa dan belum sempet dimakan. Rencananya sih mau kumakan pas jalan kaki pulang ke rumah ntar. Tapi kayaknya ada yang lebih membutuhkan.
            “nih” aku menyodorkan sebatang coklat, “Coklat membuat perasaan lebih gembira. Makanlah! Aku malas liat cowok mewek begini” Aku bergumam dengan tetap pada mimic semula, datar yang jutek. Bisma mengambilnya, “Terima kasih” Ucapnya pelan. Dia mulai memakan coklat itu. dia lalu tersenyum lebar ke arahku “Enak”
            Dia sekarang lebih mirip anak kecil yang habis jatuh dari sepeda roda tiga dan ibunya berada jauh. Tanganku bergerak pelan. Ku gosok kepalanya sambil berkata, “Anak pintar” lalu berbalik dan menyembunyikan wajahku yang memerah. Aku mengambil tas, dan berlari keluar, pergi dari sekolah dan berjalan menuju rumah. Di sepanjang jalan menuju rumah,aku tak henti memegangi pipiku yang panas dan memerah. Aku memandangi telapak tanganku.
            “Aku mengelus kepala kak Bisma” Aku girang sendiri.
            Besoknya,saat masuk ke ruang music semua orang pada ramai berkumpul di tengah ruangan. Keliatannya pada ngeliatin sesuatu. Apa ada tikus mati yang nyasar lagi ke sini! Klo emang tikus yang mereka ributin,aku mesti ngelabrak anak basket yang usilnya minta ampun.
            Aku menepuk pundak Pina,penyanyi klub.“Ada apa sih?” Tanyaku sambil melepas dan meletakkan tasku di lantai.
            “Tadi ada yang nemuin topi”
            “Topi apa hebatnya”Gumamku.
            “Eh dianya gak tau. Tuh topi punyanya kak BISMA KARISMA!” Dia menjeritkan nama bisma sekenceng-kencengnya lalu melompat girang bersama teman-temannya. Aku menerobos para ABG yang menggila ini. Aku melihat topi berwarna hitam. Topi yang sama yang dipake kak Bisma kemaren. Aku mengambilnya dan memperhatikan bagian dalam topi. Ada bordiran nama B-K.
            Di luar ruang music, semua orang pada ngegosipin hal yang sama.
“Iya, itu pasti topinya kak Bisma. Mamangkan suka bordir topinya dengan inisial nama dia B-K”Cuap seorang anggota.
“Pasti kemaren dia ke sini. Kira-kira nemuin siapa yah?”
Aku nguping percakapan anak-anak di perpus,
“Pantes,temenku kemaren ribut bener ngomongin soal Bisma yang ketangkep lagi jalan-jalan sendirian.”
“Pasti banyak yang ngejer”
“Bukan banyak lagi,semua cewek yang ngeliat dia langsung membabi buta pengen meluk dan cium atau sekedar cubit pipinya.”
“Bismanya?”
“yah,dia larilah! Mana gak ada manager atau orang yang jagain dia. Bisa-bisa dia mati kehabisan napas dikeruminin cewek menggila sebanyak itu”
“Ngapain juga dia jalan sendiri ke Palembang? Personil sm*sh yang lain pada kemana?”
“Mereka kan ada syuting film di sini selama seminggu kalo gak salah. Nah,aku baca di twit pas ditanya fansnya soal alasan kenapa mamang jalan sendiri,mamang jawab dia Cuma nyasar”
“Mungkin nemuin cewek yang sudah lama dia suka. Kalian pernah dengerkan,mamang itu lagi suka sama seorang cewek dan cewek itu belum tau tentang perasaannya. Mungkin dia mau nemuin cewek itu buat ngungkapin semua rasa di hatinya“
“Aku gak nyangka ceweknya itu orang Palembang dan anak sekolah ini. Dari eskul music pula. Busyet dah, tuh cewek berjasa banget sudah mengharumkan nama Palembang di kancah nasional.”
“Tapi tuh cewek maruk amat. Dia enggak pernah bilang kalo dia pacarnya Bisma. Itu berarti dia Cuma mau milikin Bisma sendiri dan gak mau berbagi dengan kita fansnya” Ujar seorang cewek gendut berapi-api.
“Kalo aku ketemu tu cewek,mau kuhajar bokongnya”
“Ku jambak rambutnya sampe botak”
“Ku arak keliling Palembang”
Hiy atut. Aku langsung mundur teratur. Wah,bisa berabe klo mereka tau aku ketemu sama kak Bisma kemaren. Pasti semua anak pada nanya ini itu sama aku. Setelah ngurusin perpus, aku langsung pergi ke ruang music. Sepanjang jalan di koridor menuju ruang music,gak ada orang, semuanya sudah pada pulang kecuali anak eskul music dan basket juga paskibraka. Masuk ke ruang music, semua orang pada ribut. Semuanya ngaku kalo dia yang ditemuin Kak Bisma kemaren. Saking kagetnya, aku melompat mundur dan menabrak seorang. Tuh orang langsung menutup mulutku, dan menyeret ke pohon rindang.
Aku menggigit tangan kak Bisma, “AWW” jeritnya. Dia menggosok bekas gigitanku.
“Ada apa!”’ Jeritku marah, “Kau seperti penculik”
“sst” dia berdesis, dan menyuruhku diam sambil melirik ke ruang music. Aku ikut melirik ke ruang music, sekarang anak vocal sedang melakukan titian nada. Kak bisma duduk dan bersandar pada batang pohon. Aku tetap berdiri dan berkacak pinggang. Dia menarikku dan menyuruhku duduk.
Aku deg-degan bo’. Duduk di sebelah kak Bisma,imagine it!
“Nih” Bisma menyodorkan es crim rasa stroberi padaku. Aku melihatnya heran. “Sebagai pengganti coklat kemarin. Coklat pemberianmu enak pisan,jadi dalam sekejap ludes tanpa sisa. Aku sudah cari ke swalayan mana pun tapi gak nemu coklat yang sama. Waktu ngeliat es krim,aku jadi keinget kamu. dan karena kamu kemaren minta ganti biola warna pink aku pikir kau suka warna pink dan suka es krim rasa stroberi.
“Aku bukan anak kecil. Dan aku alergi stroberi.” Jawabku ketus. “Lukamu sudah sembuh?” Kak Bisma mengangguk, “Bukannya kau lagi ada syuting? Gimana kau bisa lolos dari situ”
            “Syutingnya deket kok dari sini.”
            “Kok aku gak tau”
            “Untuk kenyamanan proses syuting, lokasinya di rahasiain. Kalo kau mau, besok sepulang sekolah kau bisa dateng kok”
            “Ngapain!” Aku menjawab cepat. Mengambil Es Krim dengan kasar. Berdiri dan mencibir kearah kak Bisma lalu berlalu pergi. Kak Bisma menjeritkan lokasinya, aku pura-pura gak denger,padahal dalam memori kusimpan dan kuingat baik tempat itu. Saat bayang kak Bisma menghilang, aku mulai makan es krim itu. walopun di mulut dingin, tapi entah kenapa hatiku terasa hangat.
            Malemnya aku sudah siap-siap buat pergi ke lokasi syuting, dan sudah minta izin ke kak Rani buat bolos eskul music. Tapi,pas pagi menjelang,seluruh badanku bentol-bentol. Alergiku kambuh! Gaswat! Seharusnya aku gak makan es krim rasa stroberi itu.
            “Kakak!”Aku menjerit. Kakak berlari menghampiriku. Langsung menyuruhku minum obat dan melarangku keluar rumah. Terkena angin sedikit saja bentolku makin parah. Aku menyelimuti seluruh tubuhku. Aku mewek.
            “Seharusnya aku bisa ketemu Kak Bisma. Kalo penuh bentol gini kak Bisma pasti illfeel sama aku.” Aku nangis sesengukan di balik selimut, dan akhirnya tidur.
            Aku terbangun dari tidur karena mendengar suara gitar mengalun. Seseorang menyenandungkan lagu better than love tanpa liriknya. Aku membuka selimut, dan duduk di atas kasur. Menoleh ke arah seorang cowok yang duduk sambil memetik gitar. Aku mengucek mataku. Mungkin aku sedang mimpi. Aku nungging di atas kasur dan bangun lagi.
            “Kali ini pasti aku sudah berada di alam nyata” Gumamku
            “Ngapain tadi kau nungging” Kak Bisma sudah berdiri menatapku aneh.
            Aku bingung nyari alesan, “Ngapain kau ada di kamarku. HA!”Aku membelalakkan mata, dan langsung menarik selimut menutupi tubuhku,”kau ingin berbuat mesum padaku yah?”
            Kak Bisma tertawa,” Aku tadi datang ke sekolahanmu,tapi kata kakakmu kau sakit dan gak masuk sekolah. Katanya lagi alergimu kambuh karena makan es krim rasa stroberi pemberianku.” Kak Bisma duduk di pinggir kasur, dan meletakkan tangannya dijidatku. Aku menepis tangannya. Dan memandangnya jutek. Dia memperhatikan wajahku,dan memegang pipiku,lalu mengelus-ngelusnya
            “Wah,keliatannya alergimu sudah sembuh” aku memegang tangannya,dan memelintirnya.
            “Jangan cari-cari kesempatan yah!” Aku mengeram. Bisma tertawa geli. “Kenapa kau tertawa? Gak ada yang lucu!”
            “Kau cantik tapi kok judes bener yah! Terus cuek abis! Apa cewek Palembang kayak kamu semua?” Aku melotot waktu dia bilang begitu.
            “Suka-suka aku lah!”
            Besok-besoknya, karena kemaren didatengin kak Bisma,kak Rani dikerubunin cewek ABG karena dikira sebagai cewek pujaan hati mamang. Dia jadi gak bisa masuk sekolah selama 3 hari,lantaran gak tahan dengan reaksi dan pertanyaan bertubi dari cewek-cewek seantero sekolahan.
            “Dena,club music mau ngadain acara pensi dan lomba paduan suara nih. Kamu bisa gak nyuruh Kak bisma ngajakin temen-temenya buat berpartisipasi dalam acara kita ini. Soalnya kakak mau rencanain lomba boyband dan girlband juga! Mereka cukup jadi juri tamu kok,dan yah…kalo bisa nampil juga. Kakak yakin kalo mereka berpartisipasi acara kita bakal rame,dan sukses den” Kak Rani merangkul pundakku erat. Aku cuma nyengir kuda. Dengan terpaksa aku melangkahkan kaki ke lokasi syuting sm*sh untuk bicara dengan kak bisma tentang pensi SMAku.
            Waktu sampe di lokasi aku celangak celinguk gak tau arah tujuan. Sampai ada orang yang nepuk pundakku
            “Hei,nyari siapa?” Tanyanya. Oh My God,ini kak Rangga. Bener! Aku pengen langsung meluk dia deh.
            “Bis..bis..bisma kak” Ucapku kayak robot. Kak rangga mengantarkan aku masuk ke dalam tenda. Kak Bisma lagi asyik ngobrol sama personil yang laen. Dan ada seorang cewek di sebelahnya. Ceweknya putih manis, mungil,dan rada chubby,rambutnya pendek bergelombang. Dia memegang kotak bekal di tangannya. Personil yang lain makan dengan lahap. Kak rangga menghampiri cewek itu dan mengelus kepalanya. Lalu membisikkan sesuatu ke telinga kak Bisma.
            Kak Bisma menoleh,”Dena” Aku tersenyum kaku. Dia melambaikan tangan kepadaku, menyuruhku mendekat. Aku gugup berjalan mendekati para personil sm*sh. Kak Bisma lalu mengenalkanku kepada semua temannya termasuk cewek itu. Dia bernama Kinia Fransiska. Waktu dia senyum,aku jadi minder. Senyumnya manis banget!
            Kak Bisma mengajakku menjauh dari tenda, dan duduk di sebuah tempat. Dia membawakanku minuman ringan.
            “Kau gak alergi minuman ini kan?” Dia takut-takut memberikan minuman kaleng itu padaku. Aku mengambilnya kasar. Lalu menegaknya. “Kau datang juga” Gumam Kak Bisma
            “Ah,iya. Emang gak boleh yah?”
            “Boleh sih. Gak ada tulisannya orang jutek dilarang masuk!” ledek kak bisma
            “Oke to do point aja. Aku dateng ke sini mau ngajakin sm*sh buat berpartisipasi dalam acara pensi sekolah kami yang akan diadakan satu minggu lagi. Kalo kau dan teman-temanmu bisa berpartisipasi kakakku,sebagai ketua pelaksana, yakin pensi kami akan ramai pengunjung dan sukses. Karena keuntungan dari pensi ini akan digunakan untuk membantu korban bencana alam. Kalo kau setuju,silahkan hubungi kakakku. Ini kartu namanya”
            “Wow” Kak Bisma nganga, “Selain ceplas ceplos kau juga gak suka basa basi yah!” Dia tersenyum.
            “kakak yang manis itu siapa?”
            “Dia Kinia. Kau masih ingat cewek yang aku ceritakan waktu itu denganmu?” Tanya kak bisma, aku mengangguk.”Dialah cewek itu. dia pacar temenku,rangga. Aku Cuma bisa mengagumi dia saja. Melihatnya bahagia dengan orang lain.” Dia menunduk,lalu memandangku. Kok mendadak hatiku panas mendengar dia cerita soal Kinia. Apa ini cemburu?
 “Kau sendiri,apa punya seseorang yang special di hatimu?”
            “Jelas ada!” Aku jual congor.
“Siapa?”
“Radit, anak basket. Kau cari saja, dia terkenal kok di SMA ku.” Aku sesumbar kebohongan, “Gak ada lagi yang perlu aku sampaikan.” Aku berdiri dan berbalik, lalu
            BRUKK
            Aku menabrak Kak Kinia yang tiba-tiba berdiri di belakangku. Minuman yang aku pegang,tumpah ke bajunya. Dia Cuma tersenyum, saat aku minta maaf. Tapi kak Bisma keliatan marah banget.
            “Kau ini! Kok kau bisa gak liat! Kau tarok dimana matamu itu!” Dia marah banget. membuatku takut. Aku lalu pergi berlari,dan menjauh. Airmataku menetes. Aku gak mau lagi ketemu dia.
            Sudah tiga hari aku gak ketemu kak Bisma. Dia gak pernah datang lagi ke bawah pohon rindang. Sudahlah,buat apa aku mikirin orang yang sama sekali gak mikirin aku. Sekarang dia pasti sudah siap-siap di bandara buat pulang ke Jakarta. Ini sudah seminggu,dan waktunya dia pergi dari sini,dan dari hidup aku.
            Aku berjalan mendekati piano. Aku ingat,Kak Bisma pernah bilang kalo dia pengen banget ngeliat aku main piano sambil nyanyi lagu better than love.
“Karena aku pikir, kalo kamu bermain piano kau akan tersenyum. Dan aku pingin ngeliat senyummu yang mahal itu.” Aku mengingat ucapan Kak Bisma waktu di bawah pohon rindang. Aku duduk,dan membuka piano. Lalu mulai memainkan intro lagu better than love. Saat masuk ke lirik awal,dan hendak menyanyikannya seseorang memetik gitar dan menyanyikan bait pertama.
Aku mencari asal suara,dan melihat kak Bisma berjalan ke sampingku sambil memainkan gitarnya. Dia bernyanyi sampai masuk reff,lalu tiba-tiba berhenti dan mendekatiku. Lalu memegang wajahku,dan mendongakkannya.
“Kau mimisan” Ucapnya. Dia bingung. “Mana aku gak bawa tisu atau sapu tangan lagi.”
“Di tasku” ucapku sambil tetap menegakkan kepalaku ke atas. Kak Bisma mencari tasku,dan mengeluarkan tissue. Dia melap darah yang mengalir dari hidungku. Aku mengambil tissue itu dan melapnya sendiri.
“Mukamu pucat. Rani bilang kau sakit,tapi tetap maksa buat masuk sekolah hari ini.” Bisma cemas. “Ayo pulang,aku akan mengantarmu pulang” Dia menarik tanganku. Aku menepisnya. Dan berdiri dari kursiku. Pandanganku kabur, kepalaku pusing. Beberapa langkah berjalan,aku jatuh terduduk di lantai ruang music. Kak Bisma mendekatiku, dan duduk di belakangku. Aku membuang muka,tak ingin melihatnya.
“Ngapain kau ke sini? Kau membuang waktumu dengan nemuin gadis jutek yang gak punya kelebihan. Kau seharusnya pergi dan bilang kalo kau suka dengan kak Kinia. Kau gak seharusnya menyakiti dirimu sendiri dengan melihatnya bersama orang lain. Dia gadis yang sangat sempurna,pantas kau menyukainya dan rela sakit karena dia. Melihat senyumnya aku jadi minder,dia sangat manis kalo tersenyum. Dia juga baik, jago masak, ramah, dan keliatan pinter. Dia punya segala kelebihan.”
“Kau juga punya sesuatu yang tidak dia punya.”
“Gak usah sok mau ngebesarin hati aku deh”
Bisma Cuma tersenyum,”Dia gak pernah membanting dan memitingku seperti yang kau lakukan, dia juga gak pernah menyuruhku mencium kaos kakinya, dia gak pernah membentakku, dia gak pernah melototi aku, dia gak pernah bisa menghibur aku yang patah hati ini. Dan terlebih lagi Dena,” Bisma menyebut namaku. Dia memegang tanganku, “Dia gak bisa mengobati hatiku seperti yang kau lakukan.”
“maaf kalo kemarin aku membentakmu. Itu karena aku cemburu saat kau bilang kau sudah punya orang yang special di hatimu. Bukan karena Kinia. Sungguh Den, aku sudah membuang rasa untuk Kinia dan menggantinya dengan dirimu. Aku memilih kamu dan bukan dia. Kau miss jutekku”
“Kemana saja kau selama tiga hari ini?” Tanyaku sambil menghapus airmata yang mengalir.
“Aku mencari tau tentang Radit ke kakak dan temanmu untuk mencari tau info yang sebenarnya. Dua hari yang lalu aku sudah datang ke rumahmu,tapi gak berani masuk karena takut kamu masih marah sama aku. Jadi aku titipkan coklat,bunga,dan biola berwarna pink yang kau suruh aku untuk menggantikannya.”
“Kau titipkan?”
“Iya,dengan kakakmu” Perasaan kakak gak pernah ngasih apa-apa ke aku.
SREET
Kak Bisma menggendongku.
“Ih,apa-apaan sih” Aku meronta minta turun.
“Sudah nurut aja,kau masih sempoyongan kalo jalan. Ntar kau nubruk tembok” Bisma menggendongku bak pangeran dengan kuda putihnya. Aku melingkarkan lenganku di lehernya. Menyandarkan kepalaku ke bahunya yang bidang.
“Pipimu merah” Goda kak Bisma
Aku memukulnya, “enggak,pipiku gak merah.” Jawabku. Dia Cuma senyum-senyum. Dia lalu membawaku keluar ruang music,berjalan melewati koridor sekolah yang masih ramai dengan anak-anak. Maklum inikan masih jam pelajaran.
“Kak,temen-temenku ngeliatin kita” Ucapku malu.
“Biarin,kamu kan pacar aku”

Sebulan kemudian,di acara Pensi
Anak-anak ABG pada jerit histeris waktu ngeliat 7 orang cowok yang guanteng-guanteng naik ke atas panggung. Aku melihat dari kejauhan bersama kak Kinia.
“Lagu ini aku persembahin buat seseorang.” Bisma melihatku yang berada jauh di depan panggung. Semua orang bersorak, aku Cuma garuk-garuk kepala. Sm*sh mulai menyanyikan lagu gadisku. Aku tersenyum melihat Kak Bisma yang mulai beraksi. Setelah manggung, aku dan kak Bisma duduk di bawah pohon rindang tempat kami pertama kali bertemu. Dia menyodorkan sebuah kotak besar kepadaku. aku bingung,dan membuka kotak itu. ada sebuah flat shoes berwarna cream dengan pita pink di depannya. Di sepatu sebelah kanan,aku melihat ada sebuah tulisan. Aku mengamati tulisan itu dan membacanya.
“Bisma”
“Kata orang kalo kau memberikan sepatu pada pacarmu,maka dia akan pergi meninggalkanmu. Tapi aku gak perlu takut, karena aku sudah menuliskan namaku di sepatumu. Jadi kalo kau kabur,aku bisa mengenalimu dari sepatu ini.” Aku memandangnya tanpa ekspresi. Bisma mengembulkan pipinya dan bersandar pada pohon. Aku berbalik dan mengambil sebuah kotak yang sudah aku persiapkan jauh hari, lalu memberikannya ke pada Bisma. Dia penuh semangat membuka kotak itu.
“Wah sepatu juga” dia mencari sepatu sebelah kanan, “Ada tulisan namamu juga. Wah pacarku, kita ternyata punya pikiran yang sama yah!” Dia tersenyum lebar ke arahku. Aku Cuma ketawa garing. “Ayo-ayo dicoba” Dengan penuh semangat Kak Bisma memakai sepatu dance putih pemberianku, dan menyuruhku untuk memakai sepatunya juga. “Benarkan,cocok sekali di kakimu.”
Aku memandangi sepatu berpita pink yang ada di kakiku. Kak Bisma memandangku, lalu menyandarkan kepalanya ke pundakku.Dia menggenggam tanganku, dan menciumnya.
“Apaan sih” ucapku risih. Aku mendorong kepalanya. Namun Kak Bisma tetap santai bersandar di pundakku.
“Kenapa aku bisa sekangen ini yah sama kamu” Dia bergumam pelan sambil menutup matanya. Aku memejamkan mata. “Aku juga kangen sama kamu kak” Bisma mengangkat kepalanya.
“Kamu bilang apa barusan?”
“Apa?”
“Kamu memanggilku kakak, coba panggil lagi.” Bisma girang banget. Dia menggoyang badanku. Aku tetap memejamkan mata,sambil senyum-senyum sendiri.
“Pura-pura tidur ah” Gumamku santai.
 Dia mengelus kepalaku, dan menyandarkannya ke bahu tegap kak Bisma.
“I Love You Dena” Bisiknya.
Aku mengandeng tangannya, dan mendekapnya erat. “I Love you too Kak” balasku. Kak Bisma bersandar. Untuk beberapa saat kami memejamkan mata dan membayangkan setiap kejadian di bawah pohon ini. Desir angin membuat daun-daun jatuh, dan terbang menjauh. Aku dan Kak Bisma asyik memejamkan mata dan membayangkan semuanya. Sampai tak sadar kami tertidur di bawah pohon rindang. Seekor kupu-kupu hinggap di sepatuku. Cinta adalah kupu-kupu. Dan aku suka cinta.

~Fin~